Wajah Susah Dirubah, Akhlak Mungkin Dipermak

Saat pertemuan rutin sharing bisnis, mentor bisnis saya bercerita tentang adanya seorang santriwati yang minta ustadznya untuk dinikahkan. Selang beberapa waktu sang ustadz pun memberikan pilihan kepada sang santriwati. Bahwa ada dua lelaki yang siap nikah. Yang pertama dia lelaki baik akhlaknya, cukup penghasilannya namun memiliki wajah biasa-biasa saja. Sementara lelaki yang satu lagi akhlaknya biasa-biasa saja, cukup penghasilannya namun ganteng wajahnya. Sang santriwati pun meminta waktu untuk mempertimbangkan pilihan tersebut. Sang ustadz tentu saja menyarankan agar sang santriwati shalat istikharah.

Beberapa waktu kemudian sang santriwati kembali menghadap sang ustadz untuk menyampaikan hasil pertimbangannya. Dari dua lelaki tadi akhirnya sang santriwati memilih salah satunya. Ia memilih lelaki yang kedua, yakni lelaki yang akhlaknya biasa-biasa saja, cukup penghasilannya namun ganteng wajahnya. Saat sang ustadz bertanya ikhwal alasan pilihan sang santriwati, santriwati pun menjawab bahwa wajah susah dirubah tapi akhlak masih mungkin di perbaiki alias dipermak.

Sang ustadz tersenyum, mentor bisnis saya tersenyum dan saya pun yang mendengarkan kisah ini juga tersenyum. Sepintas masuk akal juga alasan sang santriwti. Ia memilih lelaki ganteng dengan harapan akhlaknya masih bisa diperbaiki. Mungkin sebelum menikah sang santriwati akan memberikan syarat-syarat khusus pada sang lelaki, dengan tujuan agar akhlak sang lelaki ini bisa semakin indah, berakhlakul karimah.

Kita bisa saja tidak sependapat dengan sang santriwati, dengan mengatakan bahwa akhlak itu lebih utama dari apa pun. Agama itu lebih penting dari pada kekayaan, keturunan serta ketampanan atau kecantikan. Kita bisa saja memberikan argumen bahwa akhlak yang indah akan membuat wajah indah dipandang karena memancarkan aura keshalihan. Kita bisa saja berargumen bahwa ketampanan dari dalam bisa membuat ketampanan fisik tertampak. Ya kita bisa saja berbeda pendapat dengan sang santriwati, tapi setiap orang punya pilihan, dan pilihan setiap orang tak akan selalu sama, selalu bisa berbeda-beda.

Sahabat, kehidupan itu adalah rangkaian pilihan. Keluwesan dalam mengambil sikap dan menentukan pilihan akan menentukan ke mana arah langkah kita. Semakin dekatkah pada kesuksesan, muter-muter dulu sehingga cukup lama bisa mencapai kesuksesan, atau justru malah semakin jauh dari kesuksesan. Sahabat, karena kehidupan adalah rangkaian pilihan, maka baik-baiklah dalam memilih, bijak-bijaklah dalam memilih. Bertanggungjawablah atas pilihan yang dipilih!

Jadi sahabat yang perempuan, apakah Anda akan memilih yang akhlaknya pas pasan tapi wajahnya kasep pisan (ganteng banget), atau memilih yang wajahnya pas-pasan tapi akhlaknya indah banget? Saya hanya bercanda, pilihan Anda adalah hak Anda. Kalau memilih saya barulah kita berurusan, hehe.

Iklan

2 responses to “Wajah Susah Dirubah, Akhlak Mungkin Dipermak

  1. mungkin saja saat ini wajahnya sangat kasep pisan, tapi bisa saja kan seminggu setelah menikah mendadak sang suami yang berwajah tampan itu terserang penyakit atau bahkan kecelakaan yang akhirnya membuat wajahnya jadi tidak tampan lagi. nah lho, hahahaha, dramatis sekali dhe ini. #sinetronbanget

    tapi ya kalo saya sih sependapat saja dengan santriwati itu mas, soalnya dia sudah shalat istikharah. tapi kalo pribadi saya sendiri, saya tidak mempermasalahkan masalah ‘tampan’, yang penting nyaman dipandang mata saya. tapi kalo masalah akhlak dan akidah, baru saya permasalahkan. hehe, jadi panjang gini komennya. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s