Kebiasaan yang Menjadi Keahlian

Kebisaan yang menjadi keahlian, adalah tema yang saya sampaikan saat memimpin briefing pagi di salah satu kedai beberapa hari yang lalu. Sahabat, yang dimaksud kebiasaan adalah suatu hal, tindakan, perbuatan yang berulang-ulang atau seringkali dilakukan. Suatu hal, tindakan, atau perbuatan tersebut biasa dilakukan dan kita sebut dengan kebiasaan. Misalkan, ketika kita bangun tidur lalu minum air, dan tindakan minum air selepas bangun tidur itu kita lakukan rutin, berulang-ulang, maka akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan minum saat bangun tidur.

Di kedai kami, hampir semua karyawan adalah orang yang memang belum punya pengalaman bekerja di kedai kuliner mie. Itulah kenapa saat awal bekerja, mereka akan tampak canggung, akan tampak meraba-raba. Di kedai kami memang ada masa training, masa dimana karyawan baru diajari dan dilatih cara-cara bekerja sesuai kebutuhan kedai. Misal karyawan yang bertugas menyajikan mie, di awal-awal bekerja, ia akan dilatih bagaimana memasak satu mie dengan baik, dengan tingkat kematangan yang pas. Setelah lancar ia akan dilatih untuk menambahnya dari satu menjadi dua, lalu tiga mie dimasak secara bersamaan. Seiring perjalanan waktu, karena rutin dan terbiasa melakukannya, maka si karyawan tersebut akan tampak lihai bahkan dengan memasak delapan porsi mie sekaligus. Delapan mie tersebut tetap dalam kematangan pas, tekstur yang tidak rusak dan tetap enak. Karyawan yang tadinya meraba-raba dalam pekerjaannya, karena kebiasaan kini ia menjadi ahli. Ahli memasak mie. Ini yang saya maksud dengan kebiasaan menjadi keahlian.

Kebiasan akan menjadi keahlian apabila kita terus menerus lakukan, kita terus menerus melatihnya. Kebiasaan yang terlatih akan menjadi keahlian. Kita mungkin berdecak kagum atas aksi sulap atau akrobat. Betapa mereka benar-benar mampu melakukan suatu hal yang tidak bisa kita lakukan. Jikalau kita bertanya kepada mereka, mungkin mereka akan menjelaskan bahwa keahliannya itu adalah hasil latihan, ya hasil kebiasaan yang terlatih.

Anda blogger? Mulailah memposting curahan hati, pengalaman sehari-hari. Awalnya satu postingan butuh waktu cukup lama. Esoknya Anda memposting lagi, eskoknya lagi, lagi dan lagi. Coba tebak apa yang terjadi, Anda akan merasa lebih mudah dalam memposting, jemari Anda kian lincah menari, otak Anda pun semakin cepat mengeluarkan ide-ide. Kebiasaan ngeblog Anda yang terlatih, akhirnya menjadikan Anda sebagai blogger ahli.

Jadi, jika sudah mengerti hal ini, rasanya kita tidak akan berani berkata tidak bisa, karena yang ada belum bisa, belum mencoba melakukan, belum membiasakan untuk melakukan. Kalau orang menilai Anda bermuka masam, kaku, tak tampak ramah karena jarang banget tersenyum. Maka segeralah untuk membiasakan diri tersenyum. Terus latih senyum Anda sehingga bisa menjadi senyuman yang mempesona, yang membuat banyak orang tertarik untuk melakukan hal-hal baik bersama Anda. Orang mungkin tidak akan menggelari Anda sebagai ahli tersenyum, tapi orang akan memandang Anda sebagai pribadi yang murah senyum, pribadi yang ramah dan menyenangkan.

Baik jika begitu, apa yang menurut Anda belum bisa. Mari kita biasakan dan latih dengan baik. Semoga Anda akan menjadi ahli di bidang yang Anda impikan. Aamiin.

Iklan

2 responses to “Kebiasaan yang Menjadi Keahlian

  1. A bener….sekarang adek juga mulai belajar konsisten menukis setiap hari…belum sampai 30 hari sih, tetapi berusaha menepati..he he he

    Briefing pagi memang seharusnya di isi dengan diskusi dan juga sesuatu yang memotivasi ya, A? Itulah yang Hani rasakan, ada yang salah di setiap morning briefing kami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s