Keinginan Kadang Menghambat Tercapainya Kebutuhan

Keinginan kadang menghambat tercapainya kebutuhan. Suatu kebutuhan yang harusnya bisa lebih cepat terealisasi, menjadi tertunda karena keinginan yang berlebih. Banyak diantara kita yang secara sadar atau tidak sadar kerap kali mengalaminya. Supaya lebih jelas, saya akan coba mengupasnya.

Kita mulai memahami apa yang dimaksud dengan kebutuhan dan apa yang dimaksud dengan keinginan. Kebutuhan dan keinginan memang seringkali tidak dibedakan pengertiannya, tapi coba sekarang kita bedakan. Menurut informasi yang saya gali, kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang, yang apabila tidak terpenuhi, sedikit atau banyak dapat menggagu kelangsungan hidup orang tersebut. Sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang, dan apabila tidak terpenuhi tidak mempengaruhi kehidupan orang tersebut. Nah, dengan penjelasan di atas maka kita bisa menyimpulkan bahwa ada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kita perkuat dengan contoh. Manusia butuh makan, dan makan adalah kebutuhan primer manusia. Ketika manusia memilih makan di restaurant bintang lima dengan hidangan yang super komplit, maka ini namanya keinginan. Kita ulangi, makan adalah kebutuhan, tapi soal pilihan makanan mau yang mahal, yang lezat, dan lain-lain maka ini adalah keinginan.

Kita perkuat kembali bahwa keinginan kadang menghambat tercapainya kebutuhan. Anda punya uang sepuluh ribu dan Anda lapar. Di dekat rumah Anda ada warteg, tapi Anda ingin makan di rumah makan Sunda. Jika makan di warteg, uangnya memang cukup, tapi jika makan di rumah makan Sunda, uangnya kurang. Sementara Ibu Anda baru akan pulang ke rumah satu jam lagi dan baru Anda bisa dapat uang tambahan. Maka, kebutuhan makan Anda menjadi tertunda satu jam gara-gara ingin makan di rumah makan Sunda.

Anda butuh rumah dan Anda ingin beli secara cash. Uang yang dimiliki hanya empat ratus juta rupiah. Tapi Anda ingin rumah di perumahan yang lumayan mewah dengan rumah tipe 60/120 senilai satu milyar rupiah. Ini artinya kebutuhan Anda akan rumah menjadi tertunda, entah berapa tahun lagi sampai Anda punya uang sebanyak itu. Anda butuh mobil untuk bepergian bersama keluarga, uang yang Anda miliki adalah dua ratus juta rupiah. Tapi Anda ingin beli Fortuner dengan alasan agar bisa dibawa mudik ke daerah pegunungan. Alhasil kebutuhan Anda akan mobil menjadi tertunda dan kembali nabung untuk beberapa lama. Padahal jika butuh kendaraan petualang, Toyota Rush dan Daihatsu Terios juga bisa dan cukup dengan uang dua ratusan juta.

Jadi kalau menurut saya, jangan buat ketercapaian kebutuhan Anda tertunda hanya karena keinginan berlebih. Pakailah skala prioritas dan melihat realitas. Jangan sampai terjajah oleh keinginan, karena keinginan manusia itu tak akan ada habisnya. Kebutuhan itu layak direalisasikan, kalau keinginan ya boleh-boleh saja untuk direalisasikan jikalau tidak menghambat ketercapaian kebutuhan. Siap?

Iklan

5 responses to “Keinginan Kadang Menghambat Tercapainya Kebutuhan

  1. sepakat. judul yang mengena banget. skala prioritas adalah manajemen kebutuhan yang primer. makasih sudah diingatkan Kang 🙂

  2. jelas beda ya mas Need tidak sama dengan want, makanya hikmatku kaedah ilmu ekonomi kebutuhan manusia tidak terbatas itu slah, keiinginan yg tak terbatas itulah sebenarnya ga tak terbatas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s