Cerdas Memanfaatkan Kelebihan, Melejitkan Potensi Diri

Dalam artikel sebelumnya saya membahas bagaimana memanaj kekurangan atau kelemahan agar terminimalisir dampaknya, agar bisa dikonversi menjadi kelebihan atau agar kita bisa tutupi dengan kelebihan yang kita miliki. Nah kali ini kita akan mengupas bagaimana agar kita benar-benar bisa memanfaatkan dengan optimal kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga potensi kita pun terlejitkan dan kita bisa menjadi orang yang berada di atas rata-rata.

Setelah kita mengenal dan bisa menginventarisir dengan baik kelebihan-kelebihan kita, langkah berikutnya adalah melakukan upaya cerdas untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut. Karena kelebihan-kelebihan yang kita miliki ini adalah anugerah yang dahsyat yang jika bisa kita manfaatkan dengan baik, jika kita bisa optimalkan maka akan membuat kita menjadi pemenang kehidupan. Maka tidak berlebihan jika ada yang menggunakan istilah kelebihan-kelebihan ini sebagai berlian diri, tidak salah pula kita gunakan istilah kelebihan-kelebihan ini sebagai modal hebat diri. Jangan tunggu sampai ada orang yang menemukan modal hebat pada diri kita lalu bilang, “Hai kamu itu memiliki bakat menjadi motivator, kenapa tidak manfaatkan potensi itu?”. Atau ada yang bilang, “Hai kamu itu punya bakat untuk menjadi pengusaha sukses, kenapa tidak manfaatkan potensi itu?”. Atau ada yang bilang, “Hai kamu itu punya bakat jadi penulis, kenapa tidak manfaatkan potensi itu?”. Hallo, jangan sampai orang lain lebih ngeh kelebihan-kelebihan kita dari pada kita sendiri. Terus baru sadar setelah ada yang mengingatkan, padahal jika kita bisa lebih mudah sadar, mungkin kita sudah bisa menjadi motivator terkenal, pengusaha handal, atau penulis buku-buku best seller.

Kita benar-benar harus mengenal kelebihan-kelebihan kita, lalu manfaatkan dengan baik. Jika kita memang piawai dalam berkomunikasi, maka latih terus dan manfaatkan kemampuan itu. Dengan kelebihan berupa kemampuan berkomunikasi dengan baik, kita bisa menjadi penyiar radio, pembawa berita, MC, EO,  PR, marketing, pembicara dan masih banyak lagi. Jika kita sadar bahwa kita memiliki kemampuan memasak, maka ini peluang bagi kita untuk membuka warung makan/ kedai/ restourant, memiliki bisnis catering, konsultan masak, trainer pelatihan masak, dan lain-lain. Jika kita sadar bahwa ternyata kita itu mampu desain grafis dengan baik, maka kita bisa memanfaatkan kelebihan itu untuk menjadi desainer merek/ brand, desainer alat marketing, desainer kaos, dan lain-lain.

Nah dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan kita bisa menjadi seseorang yang berdayaguna, namun apabila kita mampu dengan cerdas memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, maka ini artinya kita sedang melejitkan potensi, bukan sekedar kita berdaya guna atau sekedar menjadi, tapi kita bisa benar-benar bisa menjadi yang terbaik di bidang yang kita geluti. Mejadi MC terbaik akhirnya kondang, menjadi pembicara terbaik akhirnya kondang, menjadi pemilik kedai terbaik sehingga kedainya laris manis dan banyak cabangnya, menjadi desainer terbaik sehingga terkenal, banyak job dan sangat sukses.

Cerdas memanfaatkan kelebihan-kelebihan diri ini penting bisa kita lakukan, agar potensi diri kita terlejitkan, agar kita tidak sekedar berdayaguna namun juga benar-benar bisa berhasil dan menjadi ahli di bidangnya. Yakinlah kita bisa melakukannya. Siap?

Iklan

5 responses to “Cerdas Memanfaatkan Kelebihan, Melejitkan Potensi Diri

  1. insyaAlloh emang terkadang sy sendiri kesulitan kang, mencari potensi diri ini yang bener2 passion sy ^_^ baru 4 bulan ini sy menulis dan ternyata teman SMP SMA sy baru bilang, sbenarnya dulu waktu sekolah kalimat2 yg sy buat saat pelajaran bahasa indonesia itu bagus (ciiee…) tapi baru akhir2 ini mulai menulis, meski masih ala kadarnya ^_^. tapi itu cukup tuk menambah motivasi agar selalu menulis

  2. wah blog baru lagi ya kang, apa kabar? kumaha aa Zaki?


    Iya mbak, blog baru lagi karena malu lama dah hiatus, hehe. Alhamdulillah A Zaki sehat, dah bisa jalan dan pinter bicara. Moga mbak sekeluarga juga sehat 🙂

  3. sangat inspiratif kang Haris, semoga saya bisa mengikuti setiap tulisanmu di blogmu ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s