Semangat Ramadhan

Hari ini, Rabu 10 Juli 2013 adalah hari pertama saya dan umumnya umat muslim melaksanakan ibadah Ramadhan. Ramadhan 1434 H sudah mulai sejak malam Rabu, ini karena dalam penanggalan Islam menggunakan rembulan sebagai patokan, bukan matahari. Tentu saja malam Rabu adalah malah yang penuh semangat, dimana umat muslim menantikan kesan perdana shalat tarawih di Ramadhan kali ini. Seperti biasa, bulan suci Ramadhan senantiasa memberikan semangat berlebih bagi umat muslim. Yang biasanya kurang semangat shalat berjamaah di masjid, jadi lebih bersemangat. Yang biasanya kurang semangat tilawah (membaca) Al Qur’an, menjadi lebih semangat. Dari yang biasanya kurang sering bersedekah, menjadi lebih semangat lagi untuk bersedekah, ya Ramadhan menghadirkan semangat beribadah dan penuhnya masjid, ramainya kegiatan Islami menjadi bukti akan bertambahnya semangat di bulan suci ini.

Cibinong dan sekitarnya sejak sore diguyur hujan, tapi saat menjelang waktu isya hujan pun reda. Masjid di dekat rumah saya sudah penuh oleh jamaah, bahkan jamaah meluber sampai ke teras TPA. Entahlah berapa jumlah pastinya jamaah yang hadir, tapi saya coba perkirakan sepertinya lebih dari lima ratus orang. Tarawih malam pertama memang selalu menjadi tarawih paling dinantikan, meski pada tarawih-tarawih berikutnya terkadang jamaah semakin berkurang jika di daerah perkotaan. Kenapa? Karena banyak dari mereka yang pulang ke kampung masing-masing. Jika diperkotaan sepuluh hari terakhir Ramadhan masjid atau mushola tidak terlalu penuh, maka di pedesaan biasanya masjid semakin penuh dengan banyaknya orang kota yang datang di kampung mereka.

Tidak hanya penuh pada saat shalat isya dan tarawih, saat berjamaah subuh tadi pun masjid penuh. Benar-benar beda dengan hari-hari biasanya. Saya pun merasakan, rasanya sayang jikalau tidak menjalankan shalat berjamaah di masjid atau mushola saat Ramadhan, padahal semestinya perasaan ini pun tertanam di bulan-bulan lain selain Ramadhan. Itulah Ramadhan, menghadirkan semangat berlebih bagi kita selaku umat muslim. Membaca (tilawah) Al Qur’an yang terasa berat untuk bisa mencapai satu juz per hari, eh di bulan Ramadhan kita bisa mencapainya, bahkan bisa lebih dari satu juz per hari. Shaum (puasa) pun bisa kita jalankan dalam sebulan, meski godaan selalu tinggi dengan masih adanya warung makan atau restaurant yang buka di siang hari. Kita tetap bertahan untuk menjalankan ibadah puasa, dan badan pun enjoy aja, siap dan nyaman menerima kondisi puasa meski dalam jangka waktu yang lama. Coba jika shaum (puasa) ini kita jalankan di luar bulan Ramadhan, untuk rutin puasa sunah Senin Kamis saja kita masih bermasalas-malasan, tak kuat rasanya untuk sering-sering dilakukan.

Saat saya masih bekerja di perusahaan orang, saat bulan Ramadhan semangat kerja saya biasanya naik. Tak perlu lagi terganggu konsentrasi karena cemilan, tak terasa lagi sakitnya maag karena butuh makan siang sehingga selalu ingin buru-buru istirahat. Saat Ramadhan saya bisa terus asyik bekerja, penuh semangat sambil menanti waktu berbuka yang kadang tak terasa tahu-tahu tiba.

Ramadhan menghadirkan semangat, Ramadhan menghadirkan keceriaan, Ramadhan menumbuhkan cinta. Maha Baik Allah yang telah menghadirkan Ramadhan dalam kehidupan kita, ketika setiap amal kebajikan pahalanya dilipat gandakan, bahkan kita mungkin bisa mengatakan Allah benar-benar mengobral pahala di bulan suci Ramadhan.

Di bulan Ramadhan, kita diwajibkan untuk beribadah puasa (shaum), ibadah wajib yang memangg spesial khusus di bulan ini dan memang ibadah yang pahalanya pun spesial. Selain ibadah wajin berupa shaum, kita pun bisa memanfaatkan bulan Ramadhan untuk melaksanakan ibadah sunah seperti:

  • Shalat tarawih atau shalat malam,
  • Memperbanyak tilawah Al Qur’an,
  • Memberi makanan kepada orang lain untuk berbuka,
  • Memperbanyak sedekah,
  • Beri’tikaf di masjid atau mushola,
  • Duduk di masjid atau mushola selepas subuh sampai matahari tertib, tentu sembari dzikir,
  • Berusaha mendapatkan pahala lalilatul qadar dengan beribadah di malam tersebut,
  • Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar,
  • Umrah,

Ramadhan itu bulan cinta, cinta pada Allah, cinta pada sesama. Bukan semata kita bersemangat meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, tapi juga meningkatkan kualitas ibadah berupa berbuat baik terhadap sesama manusia. Di Ramadhan kita bisa melakukannya, karena kita terpacu dengan kedahsyatan semangat Ramadhan.

Semoga kita tidak menyia-nyiakan Ramadhan kali ini, seolah ini adalah Ramadhan terakhir. Selamat menikmati sajian indah di bulan Suci, selamat menjalankan indahnya ibadah di bulan Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin.

Iklan

6 responses to “Semangat Ramadhan

  1. semangat ramadhan A..

    dan selalu begitu saat ramadhan datang,masjid penuh dan menjadi lebih hidup

    salam untuk ade zaki 🙂

  2. Iya bener mas, di bulan ramadhan, semangat beribadah semakin meningkat. Lingkungan dan suasananya sangat mendukung, hehe….

    Selamat menjalankan ibadah puasa 🙂

  3. semoga aja ibadah kita tak hanya bulan ramadhan saya semangat mengejar amal sholih, namun bulan selanjudnya, katanya sih tanda di terima ibadah kita tu kalau setelah ramadhan ibadah kita tak berbeda dan sama kencangnya dg bulan ramadhan

  4. Ping-balik: Target Ramadhan | Pusat Spirit & Inspirasi·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s