Kenyamanan yang Tersesuaikan

Kemarin saya dan teman-teman mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan furniture “terbesar” di Kota Bogor, tujuannya yakni untuk mencari kursi dan meja yang lazimnya dipakai untuk kedai dan resto yang pas jika dipakai di kedai Mie Janda. Alhamdulillh untuk kursi ternyata banyak pilihannya sehingga kami pun mudah untuk memilih dan memutuskan membeli yang mana. Tetapi sayang untuk meja kami belum menemukan yang benar-benr pas, sehingga kami hanya memesan seratus kursi kedai saja, sementara mejanya kemungkinan kami pesan saja ke tempat pembuatan meubeul di Cibinong. Sembari menunggu proses pengurusan pemesanan dan menunggu antrian pembayaran, kami pun muter-muter untuk melihat-lihat produk furniture yang dipajang. Umumnya harga di tempat ini relatif mahal, dan menurut saya ini pantas-pantas saja, mengingat kualitas produk yang di jual di tempat ini tentu saja tidak sembarang.

Saya melihat-lihat tempat tidur, mencoba keempukannya dan melihat harganya. Saya pun melihat-lihat sofa, mendudukinya dan melihat harganya. Begitu pun dengan lemari dan yang lainnya. Untuk ukuran saya, jelas ini semua terlalu mahal. Andai saja saat saya melengkapi rumah dan membelinya di sini, mungkin untuk dua tempat tidur, dua lemari pakaian, satu set sofa, satu kitchen set, satu meja TV berikut rak buku, satu set kursi santai saja saya harus mengeluarkan uang hampir seratus lima puluh juta rupiah. Bisa saja mungkin jika dipaksakan, tapi bagi saya ini jelas berlebihan karena saya masih bisa membeli semua produk di atas dengan harga yang jauh lebih murah tak akan lebih dari lima puluh juta rupiah.

Teman-teman saya juga geleng-geleng dengan harga-harga produk ini, ini karena persepsi teman-teman saya sama dengan persepsi saya, produk-produk ini relatif mahal bagi orang-orang seperti kami. Tantu saja bagi sebagian orang lain harga-harga tersebut terbilang pantas, ini bisa dilihat dari tampaknya pengunjung pusat perbelanjaan yang memilih-milih barang.

Dari keadaan ini saya pun mengambil kesimpulan tentang kenyamanan yang tersesuaikan. Maksudnya adalah, ketika orang membutuhkan kenyamanan tingkat tinggi, maka relatif tidak sayang untuk mengeluarkan uang dengan jumlah banyak. Misal, untuk kenyamanan tidur ada orang berani membeli tempat tidur seharga tiga puluh juta rupiah. Orang tersebut memiliki harapan yang besar bahwa tempat tidur yang mahal ini bisa membuat nyaman dan lelap tidurnya. Kenyamanan tidur orang seperti ini tentu berbeda dengan kenyamanan tidur saya yang bisa tidur bahkan di atas kasur lipat yang harganya cuma lima ratus ribu rupiah. Bagi gelandangan yang biasa tidur di emperan toko, menemukan kardus tebal yang bisa dijadikan alas tidur mungkin sudah membuatnya nyaman, tapi tentu bagi saya tetap kurang nyaman. Itulah kenyamanan yang tersesuaikan. Orang ekonomi kelas atas mungkin merasa nyaman bila tidur di atas kasur dengan harga puluhan juta, orang kelas menengah nyaman dengan tempat tidur tak lebih dari sepuluh jutaan, orang ekonomi kelas bawah cukup nyaman dengan kasur kapuk, dan seterusnya.

Uang yang dimiliki membuat orang bisa menentukan standar kenyamanan yang ingin diperolehnya. Orang yang punya uang banyak boleh saja standarnya tinggi selama uangnya diperoleh dari cara yang halal, bukan dari korupsi misalkan. Setiap orang berhak menentukan standar kenyamanannya, tapi jangan sampai standarnya tidak sebanding dengan daya beli sarana pendukungnya. Jadi harus ngukur kemampuan, harus tak terjajah keinginan, nah inilah yang dimaksud dengan kenyamanan yang tersesuaikan.

Tapi diluar besar atau kecilnya penghasilan, diluar banyak atau sedikitnya uang yang dimiliki, kenyamanan itu sebenarnya letaknya dari hati yang ikhlas dalam menerima kondisi apa pun. Tidur di atas tikar nyaman, tidur di atas kasur empuk yang super mahal juga nyaman. Meski memiliki daya beli yang tinggi, jika nyaman dengan hidup bersahaja maka tak perlu barang-barang mewah untuk membuat diri merasa nyaman. Nah kalau ini namanya kenyamanan yang tersesuaikan dengan ikhlasnya hati dalam menjalani kehidupan. Asyik.

Iklan

5 responses to “Kenyamanan yang Tersesuaikan

  1. Justru kalau tidur di kasur yang puluhan juta bakal tidak aman kang Haris, karena setelah itu dikejar-kejar dept colector. Jadi belanja semampunya aja, disesuaikan dgn kebutuhan dan kemampuan

  2. Akang bahkan nyaman tidur tanpa kasur samasekali bahkan tanpa merebahkan diri (maklum tidurnya saat khotib membacakan khutbah jum’at :mrgreen: ) Salam kenal kang Haris. Akang juga orang bogor tapi di kampungnya (Ciseeng) biarpun rumah di depok tetapi keluarga istri ada di bogor πŸ™‚


    Salam kenal dan salam persahabatan. Wah abdi pernah ke objek wisata pemandian air panas Ciseeng kang. Abdi di Cibinong πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s