Gerakan Berbagi Ta’jil Gratis

Sebenarnya “ta’jil” itu artinya “menyegerakan”, tetapi umumnya kita menganggap ta’jil itu merupakan makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Ta’jil dari kata kerja menjadi kata benda, dari tindakan menyegerakan berbuka puasa menjadi produk untuk berbuka puasa. Tak apa lah toh intinya adalah sama-sama berhubungan dengan buka puasa, hehe.

Menyegerakan berbuka merupakan sunnah Nabi, berarti karena ini memang sangat baik untuk kita lakukan. Berbuka puasa yang baik tentu juga berbuka puasa seperti yang dilakukan Nabi Muhammad saw yakni dengan meminum air putih dan memakan beberapa biji kurma. Kita tahu bahwa tradisi di daerah kita umumnya berbuka dengan menikmati kolak, apa itu kolak pisang, ubi mau pun kolak singkong. Ya baiknya sebelum minum kolak kita minum air putih dulu, biarkan kerongkongan dan usus kita basah oleh air putih yang memang netral, jika ada malah lebih afdol dengan minum air zam zam. Kalau kurma tidak ada, ya tak apa-apa kita berbuka dengan kolak, jika ada kurma namun pengen kolak, boleh juga tuh dicoba kolak kurma, hehe.

Kita tahu bahwa seutama-utamanya sedekah adalah di bulan Ramadhan, dan kita pun tahu bahwa apabila kita memberikan makanan dan minuman untuk berbuka orang yang berpuasa maka ini pahalanya sangat besar, sebesar pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa berarti kita merebut atau mengurangi pahala berpuasa orang yang kita berikan hidangan berbuka. Maka dengan kita tahu itu, adalah suatu kebahagiaan bila kita bisa bersedekah berupa makanan dan minuman kepada mereka yang berpuasa. Mungkin berupa air mineral, kurma, kolak, roti, kue, atau pun berupa nasi dan lauk pauknya.

Kita seringkali menjumpai makanan dan minuman di masjid dan mushola yang disedekahkan jamaah masjid dan mushola untuk berbuka mereka yang berpuasa. Sehingga ketika kita dalam perjalanan lalu kita mampir ke masjid dan mushola kita bisa berbuka puasa di sana kemudian berjamaah shalat maghrib. Tidak hanya di masjid dan mushola ada sajian untuk berbuka, biasanya di jalan-jalan pun banyak orang yang membagi-bagikan makanan dan minuman gratis, atau kita sebut saja ta’jil gratis. Bahkan kedai-kedai Mie Janda pun terbiasa untuk menyediakan ta’jil gratis berupa teh manis hangat dan kurma. Kalau air putih dan teh tawar sudah jelas sampai saat ini di Mie Janda masih gratis.

Nah bagi teman-teman, baiknya memang kita mencoba membagi-bagikan ta’jil gratis di jalanan, di mana banyak orang terjebak macet sehingga saat adzan berkumandang mereka sedang berada di angkutan umum atau kendaraan mereka. Kita juga bisa berikan ta’jil gratis ke para karyawan yang baru pulang kerja, ke para tukang ojek yang stand by menjemput rejeki di pangkalannya. Jika kita tidak bisa bergerak sendirian, kita bisa jadikan ini program komunitas atau organisasi.

Tidak perlu memiliki dana yang besar kok untuk melakukan hal ini. Untuk satu paket ta’jil gratis sederhana yang berisi segelas air mineral, beberapa biji kurma dan sebungkus roti biaya yang kita keluarkan sekitar dua ribu rupiah saja. Jika kita membuat lima puluh paket saja hanya butuh dana sekitar seratus ribu rupiah. Tentu apabila kita melakukannya bersama-sama, kita bisa membuat gerakan bagi-bagi ta’jil gratis ini semakin baik. Jadi, selamat mencoba.

Iklan

4 responses to “Gerakan Berbagi Ta’jil Gratis

  1. Itulah istimewanya bulan ramadhan. Sedekah pada orang yang berpuasa aja dapat pahala sebesar orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala sang penerima sedekah. Allah itu maha pemurah.

  2. Ya, jika dilakukan bersama-sama, insya Allah jauh lebih ringan 🙂

    Btw, saya malah jarang banget berbuka pakai kolak. Biasanya teh hangat manis, air putih, dan gorengan, hehe….

  3. Ping-balik: Teater Institut UNESA Berbagi 100 Ta’Jil | Indonesia Banget | Tulisan, Foto dan Video tentang Potensi Indonesia·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s