[Kunci Menjadi Motivator] Menjadi Pendengar yang Baik

Motivator terbaik bagi diri kita tentu saja diri kita sendiri, namun terkadang kita butuh orang lain untuk mengingatkan hal itu. Kita butuh orang lain yang mau mendengar keluhan atas permasalahan yang kita hadapi, kita butuh orang yang mau berbaik hati memberikan solusi, kita butuh orang yang mampu memberikan pencerahan dan semangat tambahan sehingga kita mampu menghadapi kehidupan lebih baik dan jauh lebih baik lagi. Namun kuncinya tetap pada diri kita sendiri, meskipun kita setiap hari menemukan orang seperti itu, jika hati kita tidak sepenuhnya siap dan ikhlas menerima masukan dan malas untuk mengaplikasikannya pada kehidupan, ya bisa jadi tetap saja kita tak bergerak, tetap saja kita tak mendapatkan suntikan motivasi karena kita memang yang tak sungguh-sungguh menerimanya.

Dua hari yang lalu seorang pengusaha muda mendatangi saya, tentu saja setelah membuat janji sebelumnya. Menempuh perjalanan yang lumayan jauh malam-malam demi mendapatkan solusi dan motivasi. Saya mengapresiasi upaya pengusaha muda ini dan saya pun siap menjadi sahabat diskusi sehingga kegalauannya dalam bisnis bisa segera di usir, agar langkah-langkah usahanya tak lagi melambat dan berat karena rasa optimisme yang semakin kabur. Menurut penuturannya sudah mencoba mencari motivasi dan solusi tapi tak kunjung merasa puas. Maka saya pun mencoba menjadi orang yang tepat untuk dia kunjungi.

Tahukah sahabat apa yang saya lakukan, tentu saja saya menjadi pendengar yang baik untuknya. Ia jelaskan semua proses terjadinya permasalahan, bahkan supaya saya bisa lebih mencerna, ia jelaskan secara gamblang bisnis yang ia jalani. Seiring penjelasannya saya pun semakin mengerti dan memahami. Ya, dengan menjadi pendengar yang baik saya bisa lebih mudah menemukan permasalahan pengusaha muda tadi dari luar. Karena memang kadang ketika pikiran kalut dan hati yang kurang jernih, ini menjadi penyebab tak mudahnya menemukan solusi terbaik bagi diri sendiri. Itu kenapa dia butuh orang lain dan akhirnya memutuskan butuh saya.

Dengan bijak dan tanpa menggurui saya pun memberikan masukan, saya berikan beberapa contoh kasus yang saya hadapi dan bagaimana cara saya mencari jalan keluarnya. Sayacoba baca perasaannya, saya pun coba memperediksi apa yang akan terjadi apabila dia bersikap A atau bersikap B. Hingga akhirnya dia pun mampu menyimpulkan sendiri jalan keluarnya. Ketika solusi telah ketemu, saya pun senang, dia apalagi. Alhamdulillah sharing berjam-jam ini membuahkan hasil yang baik. Saya melihat langkahnya tak lagi goyah, wajahnya tak lagi muram. Semoga ia bisa tidur tenang dan terjaga dengan punuh rasa optimisme, untuk kelancaran dan kesuksesan bisnisnya, untuk kebahagiaan orang tuanya.

Jadi sahabat, salah satu kunci menjadi motivator itu adalah menjadi pendengar yang baik. Selamat mempraktekan!

Iklan

6 responses to “[Kunci Menjadi Motivator] Menjadi Pendengar yang Baik

  1. mantaff kang. jadi pengen mendengar langsung motivasi njenengan heheh


    Hehe bisa saja, suatu saat semoga kita bisa kopdar πŸ™‚

  2. jadi pendengar bikin kita kaya, dpt ilmu dari masalah org. tapi tak jarang kita songong juga, blum selesai dengar udah omong aja. Padahal blum diminta *na itu saya

  3. suatu kehormatan nanti kalo di jamu di MJ bertemu dengan agan akang haris sekaligus minta motivasi ^_^


    Semoga suatu saat kita bisa kopdar di Mie Janda πŸ™‚

  4. Bener banget, Kang Haris, menjadi pendengar yang baik adalah salah satu kunci menjadi motivator. Trims untuk pencerahannya. Apa kabar, Kang?


    Alhamdulillah baik mbak. Salam sukses selalu ya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s