Mengambil Hikmah dari Tradisi Mudik

Saat ini saya sedang berada di kampung halaman, menulis di atas tempat tidur di dalam sebuah kamar yang penuh kenangan. Di rumah sederhana ini saya tumbuh, dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Tentu merupakan sebuah kebahagiaan kala bisa menyempatkan waktu untuk tinggal di sini, sejenak melepas rutinitas penjemputan nafkah di rantau sana. Kembali berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Rasanya teramat bahagia.

Begitulah kiranya kenapa kita tetap mentradisikan mudik. Datang kembali ke kampung halaman. Bahkan saat lebaran tiba, para perantau seolah sepakat untuk serempak mudik. Terserah berapa biaya yang harus dikeluarkan, tak terlalu peduli dengan jenuhnya perjalanan panjang, mencoba mengenyampingkan dampak buruk kemacetan. Semua kendala dan hambatan dianggap tantangan, demi sebuah tujuan, kembali bersua keluarga di kampung halaman yang penuh kenangan.

Kita yang memiliki keterikatan sejarah memang pantas untuk selalu tertarik mudik, tapi tak hanya kita ternyata, anak-anak kita pun senang kita bawa serta. Liburan di rumah nenek dan kakek kan menginspirasi mereka menuliskan cerita. Selalu ada kesan berbeda, dari keadaan di kota yang mungkin terkadang membosankan bagi mereka.

Dari tradisi mudik ini kita bisa mengambil hikmah, bahwa ternyata kebahagiaan dan kegembiraan yang telah tergambar jelas di pikiran, bisa membuat kita sabar menghadapi cobaan dalam menjalankan proses. Kebahagiaan bertemu orang tua, keluarga, kebahagiaan bisa kembali ke rumah yang penuh kenangan, kebahagiaan bisa kembali menginjak tanah penuh harapan, membuat kita siap bersabar untuk mengeluarkan ongkos lumayan besar, siap bersabar menjalani perjalanan panjang yang melelahkan, siap bersabar menjalani kemacetan yang memusingkan.

Seandainya kita bisa mengadopsi hikmah tradisi mudik ini bagi mental kita dalam menjalani kehidupan. Di mana kita siap bersabar menjalani proses, siap berkorban untuk meraih tujuan, karena kita bisa merasakan kebahagiaan apabila tujuan tersebut tercapai, kita bisa benar-benar merasakan bahwa kebahagiaan yang akan kita dapatkan jauh berlipat-lipat dibanding pengorbanan kita dalam menjalani proses pencapaian tersebut. Jika hikmah mudik ini bisa kita aplikasikan dalam hidup, mungkin kita akan selalu bersemangat dalam menjalani proses, akan terus berikhtiar dengan baik dan tak patah semangat untuk bisa mendapatkan pencapaian yang kita impikan.

Sahabat, jika tradisi mudik ini sudah kita lakukan berulang-ulang, sudah saatnya kita bisa mengambil hikmahnya dengan baik. Hikmah dari tradisi mudik, membuat kita mampu bersabar untuk bisa meraih kesuksesan yang membahagiakan.

Iklan

3 responses to “Mengambil Hikmah dari Tradisi Mudik

  1. mudik ada kekuatan tersendiri untuk mencapainya, meski tiket 2x lipat dari biasanya kebeli juga. semoga hendaknya semangat tuk meraih kehidupan yang lebih baik, akhlak yg lebih dari sebelumnya bisa kita raih juga. ^_^


    Sip dik, semoga. Kita saling mendoakan 🙂

  2. Sekarang ini mudik benar-benar penuh perjuangan. Tiket cepet habis, perjalanan macet dan lama, dan menghabiskan banyak biaya. Tapi kalau sudah sampai kampung halaman, rasanya semua pengorbanan itu nggak ada artinya :’)


    Betul sob, makanya saya mudik lebih awal jd hambatannya belum banyak 🙂

  3. yaps,stuja ada banyak hikmah dari mudik tsbt…

    terlebih jika mendalaminya,untuk pulkam saja bgitu hebat persiapannya,bagaimana dengan “mudik” yang sesungguhnya..seberapa lengkap persiapannya hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s