Bahagianya Orang yang Berpuasa

Jujur saya akui, saat remaja dulu kadang saya suka diam-diam membatalkan puasa tanpa sepengetahuan orang tua. Bisa jadi dalam sebulan Ramadhan, saya melakukan tindakan tersebut satu atau dua kali. Alasannya sebenarnya bukan saja karena lapar atau haus, tapi kadang gara-gara hal sepele. Tetapi orang tua di rumah tidak mengetahui tindakan nakal saya, maka saat adzan maghrib berkumandang, saya pun turut berbuka seperti benar-benar masih puasa. Jujur saya rasakan, saat berbuka puasa rasa bahagia itu kurang bahkan bisa jadi tak ada. Tak seperti saat saya beneran puasa dimana saat datang waktu berbuka saya benar-benar gembira.

Jika puasa saya bolong, sebenarnya saat lebaran pun rasanya kurang senang. Karena tetap saja dirasa ada yang kurang, ya iyalah hitungan puasa saya kurang, tidak penuh sebulan Ramadhan. Akhirnya kesadaran pun datang, di Ramadhan-Ramadhan berikutnya saya berupaya puasa sebulan penuh. Meski teman-teman saya pada nyemen (makan dan minum saat yang lain berpuasa), saya tetap berjuang keras untuk berpuasa. Saya butuh kegembiraan saat adzan maghrib berkumandang, saya butuh kegembiraan saat lebaran tiba.

Jika kita mampu berpuasa sebulan penuh, rasanya kita telah mampu menjadi juara. Mengalahkan rasa haus dan lapar, mengalahkan godaan dan rayuan membatalkan puasa, mengalahkan banyak hal yang mengurangi pahala puasa. Rasa bahagia menjadi pemenang dan itu benar-benar terasa saat lebaran tiba. Pantas saja jika lebaran (Idul Fitri) disebut sebagai hari kemenangan.

Maka benar adanya jika salah satu kebahagiaan orang yang berpuasa itu adalah saat tibanya waktu berbuka. Termasuk mungkin kebahagiaan saat tibanya hari Raya Idul Fitri. Ini baru sebagian kebahagiaan orang yang berpuasa yang benar-benar bisa dirasakan di dunia, kebahagiaanyang lain kan dirasakan di akhirat nanti, yakni saat yang berpuasa bisa bersua dengan Allah SWT. Sesuai dengan hadist:

Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Semoga saja kita bisa benar-benar menjalankan ibadah puasa dengan baik, dan selalu mampu melakukannya sebulan penuh. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan dan kesabaran sehingga mampu menjalankan puasa dengan baik. Sehingga kita bisa benar-benar merasakan kebahagiaan orang yang berpuasa.

Iklan

7 responses to “Bahagianya Orang yang Berpuasa

  1. Semoga puasa kita dan amal2 di bulan ramadhan ini dicatat sebgai amal yg baik di sisi Alloh swt. Aamiin. *barubisaberkunjungpakaiHP* ^_^

  2. aamiin dan semoga puasa kita smua mendapat ridho dari allah swt.. 🙂

    ** sama aja pas jaman jahiliyah dulu juga suka batalin puasa klo pas lagi jalan ama temen2 😀

  3. Walau terlambat tidak ada salahnya akang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri “taqobbalallohu minna wa minkum”. Semoga amal2 kita diterima di sisi Alloh SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s